Bayangkan semua kotak pada daftar periksa regulasi sudah dicentang. Apakah laporan otomatis lengkap?
Belum tentu.
Sebuah ketentuan dapat sudah tercatat, tetapi informasi yang dibutuhkan belum ada. Informasinya mungkin ada, tetapi belum jelas siapa penanggung jawabnya. Datanya mungkin sudah diterima, tetapi belum mempunyai bukti yang cukup. Atau draf sudah menjawab sebagian, tetapi belum menjawab seluruh unsur yang diminta.
Daftar periksa penting. Namun ia baru titik awal.
Dari ketentuan ke pengungkapan ada beberapa langkah
Section titled “Dari ketentuan ke pengungkapan ada beberapa langkah”Urutan yang lebih berguna adalah:
ketentuan→ apakah berlaku?→ informasi apa yang dibutuhkan?→ siapa penanggung jawabnya?→ data dan bukti apa yang diperlukan?→ bagaimana informasi diungkapkan?→ apakah sudah diperiksa?→ siapa yang menyetujui?Kegagalan dapat terjadi di setiap langkah.
Misalnya, satu ketentuan meminta penjelasan tentang kebijakan, pelaksanaan, hasil, dan perubahan penting. Draf mungkin hanya menyebut kebijakannya. Secara bahasa paragraf itu rapi, tetapi pengungkapannya belum lengkap.
Daftar periksa tidak sama dengan matriks pengungkapan
Section titled “Daftar periksa tidak sama dengan matriks pengungkapan”Daftar periksa dan matriks pengungkapan mempunyai fungsi berbeda:
| Alat | Pertanyaan utama | Hasil yang diharapkan |
|---|---|---|
| Daftar periksa | Ketentuan apa yang perlu diperhatikan? | Daftar kebutuhan yang harus ditinjau |
| Matriks pengungkapan | Bagaimana kebutuhan itu berubah menjadi isi laporan? | Hubungan antara ketentuan, informasi, bukti, penanggung jawab, dan bagian laporan |
Matriks yang berguna dapat memuat:
- sumber ketentuan;
- apakah ketentuan berlaku;
- informasi yang dibutuhkan;
- penanggung jawab;
- sumber bukti;
- bagian laporan;
- status;
- temuan yang belum selesai.
Dengan begitu, tim tidak hanya bertanya “sudah dicentang atau belum”, tetapi “sudah benar-benar dijawab atau belum”.
Regulasi dapat berubah
Section titled “Regulasi dapat berubah”Pengetahuan tentang konsep pelaporan sebaiknya tidak bergantung pada nomor regulasi tertentu. Regulasi adalah lapisan yang dapat berubah.
Karena itu, PakRPP memisahkan konsep pelaporan yang relatif stabil dari pemetaan ketentuan yang dapat diperbarui dan dari sumber regulasi yang berlaku saat ini.
Untuk konteks emiten dan perusahaan publik, sumber Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu diperiksa sesuai tanggal penerbitan artikel. Peraturan yang berlaku harus dibedakan dari rancangan atau konsultasi yang belum menjadi ketentuan akhir.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Itu Sebenarnya Proyek Apa? menjelaskan hubungan dua jenis laporan dalam satu siklus. Analisis Kesenjangan sebelum Menulis Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan membahas cara mengubah ketentuan menjadi daftar pekerjaan sebelum penulisan dimulai.
Kelengkapan juga dapat gagal karena masalah biasa
Section titled “Kelengkapan juga dapat gagal karena masalah biasa”Tidak semua kekurangan berasal dari salah membaca regulasi.
Beberapa masalah yang sering lebih sederhana:
- informasi tidak mempunyai penanggung jawab;
- dua bagian memakai definisi angka yang berbeda;
- bukti belum tersedia;
- perubahan terakhir hanya masuk ke satu laporan;
- versi bahasa lain belum diperbarui;
- persetujuan diberikan sebelum data akhir tersedia.
Daftar periksa tidak akan menyelesaikan semua masalah ini sendirian.
Penjaminan mutu bukan pendapat hukum
Section titled “Penjaminan mutu bukan pendapat hukum”Pemeriksaan internal dapat membantu menilai apakah draf sudah menjawab kriteria yang ditetapkan perusahaan. Namun pemeriksaan itu tidak sama dengan pendapat hukum, audit, asurans, atau penilaian regulator.
Batas ini penting agar organisasi tidak merasa terlalu aman hanya karena daftar periksa internal menunjukkan semua kotak sudah hijau.
Prinsip sederhananya:
daftar periksa menemukan kewajiban; sistem pelaporan memastikan kewajiban itu berubah menjadi informasi yang lengkap, didukung bukti, diperiksa, dan disetujui.