Lewati ke kontenSkip to content

Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Itu Sebenarnya Proyek Apa?

Mengapa dua jenis laporan ini lebih tepat dikelola dalam satu siklus pelaporan tahunan.

OlehPakRPPTerbit

Bayangkan sebuah perusahaan sedang menyiapkan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan pada waktu yang hampir bersamaan. Tim keuangan menunggu angka audit. Bagian sumber daya manusia menyiapkan data tenaga kerja. Tim hukum memeriksa perkara yang perlu diungkapkan. Pimpinan harus menyetujui sejumlah pernyataan. Beberapa angka dan cerita yang sama muncul di kedua laporan.

Kalau pekerjaan ini hanya disebut “menulis, mendesain, lalu menerbitkan laporan”, sebagian besar persoalan sebenarnya tidak terlihat.

Untuk emiten dan perusahaan publik dalam kerangka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku saat ini, Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan berjalan berdampingan. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) 16/2021 juga menempatkan Laporan Keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan, walaupun penyajiannya dapat digabung atau dipisahkan.

Artinya sederhana: dua laporan dapat terpisah sebagai dokumen, tetapi tidak harus dikelola sebagai dua sistem kerja yang terpisah.

Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan tetap berbeda. Struktur, standar, jenis data, dan kebutuhan pengungkapannya tidak selalu sama.

Namun banyak hal yang mereka butuhkan berasal dari tempat yang sama:

ketentuan
→ penanggung jawab informasi
→ data dan bukti
→ penulisan
→ penelaahan
→ penjaminan mutu
→ persetujuan
→ penerbitan

Perusahaan tidak perlu meminta data tenaga kerja dua kali hanya karena data itu muncul di dua laporan. Begitu pula dengan informasi tata kelola, risiko, kinerja ekonomi, atau keputusan penting manajemen.

Karena itu, cara yang lebih masuk akal adalah melihat keduanya sebagai dua hasil dari satu siklus pelaporan tahunan.

Intinya: dua laporan dapat tetap berbeda sebagai dokumen, sementara data, penanggung jawab, bukti, penelaahan, dan persetujuannya dikelola dalam satu siklus kerja.

Dokumen yang akhirnya dibaca publik adalah hasil akhir. Di belakangnya ada pekerjaan yang jauh lebih besar.

Sebuah angka, misalnya, perlu mempunyai sumber. Sumber perlu mempunyai penanggung jawab. Jika angkanya berubah, tim perlu tahu bagian mana yang ikut berubah. Jika narasinya sudah disetujui lalu angka audit berubah, persetujuan tertentu mungkin perlu dibuka kembali.

Inilah sistem pelaporan yang sebenarnya.

Masalah mulai muncul ketika organisasi hanya mengelola halaman dan tenggat, tetapi tidak mengelola hubungan antara data, bukti, orang, keputusan, dan versi.

Siapa Pemilik Data Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan? membahas siapa yang bertanggung jawab atas informasi. Alur Kerja Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan: Dari Permintaan Data ke Laporan Akhir membahas bagaimana informasi itu bergerak sampai siap diterbitkan.

Tidak semua hal harus disatukan. Namun setidaknya ada beberapa hal yang lebih efisien bila dikelola bersama:

  • daftar kebutuhan informasi;
  • peta penanggung jawab;
  • permintaan data;
  • sumber bukti;
  • catatan perubahan;
  • istilah dwibahasa;
  • daftar masalah;
  • jalur penelaahan dan persetujuan;
  • arsip yang akan dipakai lagi tahun berikutnya.

Dengan satu dasar kerja, perbedaan antar-laporan justru lebih mudah terlihat. Tim dapat membedakan mana informasi yang memang harus berbeda dan mana yang seharusnya konsisten.

Kapan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan boleh dipisahkan?

Section titled “Kapan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan boleh dipisahkan?”

Ada banyak alasan yang sah untuk membahas keduanya secara terpisah. Regulasi tertentu mungkin hanya berlaku pada satu jenis laporan. Sebuah standar keberlanjutan mungkin membutuhkan data yang tidak muncul di Laporan Tahunan. Ruang lingkup pengadaan juga dapat berbeda.

Jadi prinsipnya bukan “semua harus digabung”.

Prinsipnya:

pisahkan ketika isi atau ketentuannya memang berbeda; satukan pekerjaan yang sebenarnya memakai orang, data, bukti, dan keputusan yang sama.

Cara pandang ini penting karena membantu perusahaan berhenti melihat laporan sebagai pekerjaan desain tahunan. Laporan adalah hasil dari sebuah proses organisasi yang melibatkan banyak orang dan banyak keputusan.

Dan ketika proses itu dikelola dengan baik, dua laporan tidak lagi bersaing meminta informasi yang sama. Mereka menjadi dua cara berbeda untuk menjelaskan kenyataan organisasi yang sama.