Lewati ke kontenSkip to content

Revisi Tanpa Batas Bukan Strategi Pengelolaan Proyek

Fleksibilitas revisi tetap memerlukan klasifikasi perubahan, kewenangan, versi, dan batas selesai.

OlehPakRPPTerbit

“Revisi sampai puas” terdengar ramah bagi pemberi kerja.

Masalahnya, kalimat itu belum menjawab: revisi apa, karena apa, siapa yang meminta, siapa yang berhak memutuskan, dan kapan pekerjaan dianggap selesai.

Karena itu, revisi tanpa batas bukan strategi pengelolaan proyek.

Tidak semua perubahan adalah revisi yang sama

Section titled “Tidak semua perubahan adalah revisi yang sama”

Dalam satu proyek, perubahan perlu dibedakan karena penyebab dan dampaknya tidak sama:

Jenis perubahanContohPertanyaan pengendalian
KoreksiSalah ketik atau fakta yang keliruApa yang salah dan sumber benarnya apa?
Pembaruan dataAngka sementara diganti angka akhirBagian mana yang ikut terdampak?
Revisi isiCara menjelaskan diubahSiapa yang meminta dan siapa yang menelaah?
Perubahan ruang lingkupAda keluaran baruApakah jadwal, biaya, atau tanggung jawab berubah?
Pembukaan kembali persetujuanBagian yang sudah disetujui harus diubahApakah perlu diperiksa dan disetujui lagi?

Jika semuanya disebut “revisi”, tim kehilangan kemampuan melihat penyebab dan dampaknya.

Misalnya, angka sementara diganti angka akhir setelah audit selesai.

Jika perubahan ini memang sudah diperkirakan, itu bagian dari alur kerja normal. Bukan berarti pemberi kerja “meminta revisi lagi”.

Sebaliknya, permintaan menambah satu keluaran baru yang sebelumnya tidak termasuk ruang lingkup adalah masalah yang berbeda.

Bahasa yang tepat membantu kedua pihak berdiskusi dengan lebih jernih.

Banyak orang dapat memberi komentar.

Namun tidak semua komentar seharusnya menjadi instruksi.

Sebuah proyek perlu membedakan:

  • pemberi komentar;
  • penelaah;
  • pihak yang berwenang memberi instruksi;
  • pemberi persetujuan.

Tanpa pembagian ini, penulis atau penyedia dapat menerima arahan yang saling bertentangan.

Bagian yang sudah disetujui dapat dibuka kembali

Section titled “Bagian yang sudah disetujui dapat dibuka kembali”

Kadang memang perlu.

Alasannya dapat berupa:

  • angka baru;
  • temuan kesalahan;
  • perubahan penting dalam organisasi;
  • ketentuan baru;
  • keputusan manajemen.

Yang penting, pembukaan kembali itu terlihat.

Catat apa yang berubah, alasannya, bagian yang terdampak, dan pemeriksaan apa yang perlu diulang.

Kenapa Persetujuan Akhir Harus Dipisahkan dari Penyuntingan membahas hal ini lebih rinci.

Satu perubahan kecil dapat mempunyai dampak besar

Section titled “Satu perubahan kecil dapat mempunyai dampak besar”

Mengganti satu angka mungkin terlihat sederhana.

Namun angka itu dapat muncul di:

  • tabel;
  • grafik;
  • rasio;
  • narasi;
  • dua bahasa;
  • dua laporan.

Karena itu beban kerja tidak selalu sebanding dengan jumlah kata yang berubah.

akhir data berbeda dari akhir naskah.

akhir naskah berbeda dari materi desain akhir.

Materi desain akhir berbeda dari versi yang sudah mendapat persetujuan untuk diterbitkan.

Jika semua tahap disebut “akhir”, tim akhirnya memakai nama berkas sebagai penanda proses.

Lebih baik tentukan kondisi selesai secara jelas.

Masalahnya bukan pada frasa tersebut.

Masalah muncul ketika revisi tanpa batas dianggap menggantikan:

  • alur kerja;
  • kewenangan;
  • pengendalian versi;
  • pengendalian perubahan;
  • persetujuan;
  • batas selesai.

Revisi tanpa batas hanya berbicara tentang jumlah putaran.

Pengelolaan proyek berbicara tentang bagaimana setiap perubahan tetap dapat dipahami dan dikendalikan.