Seorang penyunting dapat memperbaiki kalimat.
Seorang pemeriksa mutu dapat menyatakan bahwa angka dan bukti sudah sesuai.
Namun keduanya belum tentu mempunyai kewenangan untuk menyatakan isi tersebut boleh diterbitkan.
Itulah alasan persetujuan akhir perlu dipisahkan dari penyuntingan.
| Kegiatan | Fungsi utamanya | Hasilnya |
|---|---|---|
| Penyuntingan | Memperbaiki susunan, kejelasan, dan bahasa | Isi menjadi lebih jelas dan rapi |
| Penelaahan | Memberi masukan dari sudut tertentu | Komentar atau temuan |
| Penjaminan mutu | Memeriksa kriteria yang ditetapkan | Status pemeriksaan |
| Persetujuan | Memberi kewenangan untuk melanjutkan | Keputusan pada versi tertentu |
Penyuntingan memperbaiki isi
Section titled “Penyuntingan memperbaiki isi”Penyuntingan dapat mengubah:
- susunan;
- kejelasan;
- pilihan kata;
- tata bahasa;
- alur penjelasan.
Penyunting dapat sangat berpengalaman, tetapi pengalaman tidak otomatis memberi kewenangan menerbitkan.
Penelaahan memberi masukan
Section titled “Penelaahan memberi masukan”Penelaah dapat memeriksa dari sudut berbeda:
- fakta;
- keuangan;
- hukum;
- tata kelola;
- keberlanjutan;
- bahasa;
- desain.
Hasil penelaahan adalah komentar atau temuan.
Komentar belum tentu berarti keputusan.
Penjaminan mutu memeriksa kriteria
Section titled “Penjaminan mutu memeriksa kriteria”Penjaminan mutu bertanya apakah kriteria tertentu sudah terpenuhi.
Contohnya:
- apakah angka konsisten;
- apakah klaim mempunyai bukti;
- apakah pengungkapan lengkap;
- apakah dua bahasa sepadan;
- apakah versi yang dipakai benar.
Penjaminan mutu dapat menyatakan pemeriksaan tertentu selesai.
Namun ia belum tentu menjadi pihak yang berwenang memberi persetujuan penerbitan.
Persetujuan adalah keputusan
Section titled “Persetujuan adalah keputusan”Persetujuan menjawab:
apakah versi ini boleh bergerak ke tahap berikutnya?
Karena itu persetujuan perlu terikat pada objek yang jelas.
Apakah yang disetujui:
- satu paragraf;
- satu bab;
- tabel;
- desain;
- seluruh naskah;
- materi akhir siap terbit?
Kalimat “sudah dicek direksi” terlalu kabur jika tidak jelas apa yang sebenarnya disetujui.
Persetujuan perlu terikat pada versi
Section titled “Persetujuan perlu terikat pada versi”Bayangkan pimpinan menyetujui versi 5.
Setelah itu, tim mengubah angka di versi 6.
Jika tidak ada catatan, semua orang dapat merasa “sudah disetujui”, padahal versi yang diterbitkan bukan versi yang pernah dilihat pemberi persetujuan.
Karena itu catatan persetujuan setidaknya perlu menjawab:
- siapa;
- apa yang disetujui;
- versi mana;
- kapan;
- apakah ada syarat.
Bagian yang sudah disetujui dapat dibuka kembali
Section titled “Bagian yang sudah disetujui dapat dibuka kembali”Kadang perlu.
Misalnya karena:
- angka audit berubah;
- ditemukan kesalahan fakta;
- terjadi peristiwa penting;
- ada ketentuan baru.
Prosesnya dapat seperti ini:
disetujui→ dibuka kembali→ diperbaiki→ diperiksa lagi→ disetujui lagiPembukaan kembali bukan kegagalan.
Yang penting alasannya terlihat.
Revisi Tanpa Batas Bukan Strategi Pengelolaan Proyek membahas bagaimana perubahan setelah persetujuan sebaiknya dikelola.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan tidak selalu mempunyai jalur persetujuan yang sama
Section titled “Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan tidak selalu mempunyai jalur persetujuan yang sama”Beberapa informasi mempunyai penanggung jawab atau pemberi persetujuan yang berbeda.
Satu siklus pelaporan tidak berarti semua keputusan harus diambil oleh orang yang sama.
Yang dibutuhkan adalah peta yang jelas: informasi apa, siapa menelaah, siapa menyetujui, dan versi mana yang berlaku.
Penyuntingan membuat isi lebih baik.
Persetujuan memberi kewenangan kepada isi tersebut untuk bergerak.
Keduanya penting, tetapi bukan pekerjaan yang sama.