Bayangkan sebuah laporan sudah dibaca berkali-kali dan tidak ada salah ketik. Setelah terbit, ternyata satu angka tidak sama dengan sumber resminya.
Teksnya rapi, tetapi laporannya tetap bermasalah.
Contoh ini menunjukkan bahwa pemeriksaan bahasa, penjaminan mutu pelaporan, dan penelaahan regulator adalah tiga hal berbeda.
| Pemeriksaan | Fokus utama | Tidak berarti |
|---|---|---|
| Pemeriksaan bahasa | Ejaan, tata bahasa, istilah, dan penyajian | Fakta dan pengungkapan sudah benar |
| Penjaminan mutu pelaporan | Fakta, angka, bukti, pengungkapan, versi, dan konsistensi | Regulator pasti menerima laporan |
| Penelaahan regulator | Penilaian regulator sesuai kewenangan dan dasar yang berlaku | Dapat digantikan oleh pemeriksaan internal |
Pemeriksaan bahasa
Section titled “Pemeriksaan bahasa”Pemeriksaan bahasa berfokus pada hal seperti:
- ejaan;
- tanda baca;
- tata bahasa;
- penulisan istilah;
- nomor;
- kesalahan penyajian yang terlihat.
Pemeriksaan ini penting. Namun pemeriksa bahasa tidak seharusnya menebak fakta hanya karena menemukan dua angka yang berbeda.
Jika ada perbedaan angka, tindakan yang lebih aman adalah menandainya dan mengarahkan pertanyaan kepada penanggung jawab yang tepat.
Penjaminan mutu pelaporan
Section titled “Penjaminan mutu pelaporan”Penjaminan mutu mempunyai cakupan lebih luas.
Ia dapat memeriksa:
- apakah angka konsisten;
- apakah klaim mempunyai bukti;
- apakah pengungkapan menjawab unsur yang dibutuhkan;
- apakah dua bagian laporan saling bertentangan;
- apakah Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan memakai informasi yang selaras;
- apakah dua versi bahasa mempunyai makna yang sama;
- apakah versi yang masuk desain adalah versi yang sudah benar.
Penjaminan mutu perlu mempunyai kriteria.
Tanpa kriteria, “sudah dicek” hanya berarti seseorang pernah membacanya.
Penelaahan regulator
Section titled “Penelaahan regulator”Regulator menilai laporan sesuai kewenangan dan dasar hukum yang berlaku.
Perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal yang kuat, tetapi pemeriksaan itu tidak dapat menjamin bahwa regulator tidak akan mempunyai pertanyaan atau temuan.
Karena itu, kalimat “sudah diperiksa internal” tidak sama dengan “pasti diterima regulator”.
Untuk konteks emiten dan perusahaan publik, rujukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu diperiksa sesuai tanggal penerbitan artikel.
Satu pengendalian tidak menggantikan yang lain
Section titled “Satu pengendalian tidak menggantikan yang lain”Contoh sederhana:
“Perusahaan telah menyelenggarakan pelatihan keselamatan.”
Pemeriksaan bahasa bertanya: apakah kalimatnya benar dan jelas?
Penjaminan mutu bertanya: pelatihan apa, kapan, untuk siapa, apa sumber buktinya, dan apakah kalimat itu konsisten dengan data lain?
Regulator dapat mempunyai pertanyaan berbeda lagi, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemeriksa bukan pemberi persetujuan
Section titled “Pemeriksa bukan pemberi persetujuan”Penjaminan mutu dapat menyatakan bahwa kriteria tertentu sudah terpenuhi.
Namun persetujuan adalah keputusan oleh pihak yang mempunyai kewenangan.
Sebuah bagian dapat lolos pemeriksaan mutu tetapi masih menunggu persetujuan. Sebaliknya, bagian yang disukai pimpinan masih dapat mempunyai kesalahan yang perlu diperbaiki.
Kenapa Persetujuan Akhir Harus Dipisahkan dari Penyuntingan membahas batas ini.
Jangan menjanjikan laporan tanpa kesalahan sama sekali
Section titled “Jangan menjanjikan laporan tanpa kesalahan sama sekali”Sistem pemeriksaan yang baik dapat mengurangi kemungkinan kesalahan.
Namun klaim “nol kesalahan” terlalu mutlak.
Janji yang lebih masuk akal adalah:
setiap temuan penting mempunyai kriteria, penanggung jawab, bukti, dan proses penyelesaian.
Itu jauh lebih berguna daripada sekadar mengatakan “sudah diperiksa”.