Lewati ke kontenSkip to content

Dua Bahasa Bisa Sama-Sama Benar Tata Bahasanya tetapi Berbeda Makna

Mutu laporan dwibahasa harus menjaga makna, angka, istilah, kekuatan klaim, dan kesesuaian versi.

OlehPakRPPTerbit

Dua kalimat dapat sama-sama benar tata bahasanya, tetapi menyampaikan kepastian yang berbeda.

Contoh:

KalimatMakna yang terbaca
“Perusahaan menargetkan penurunan emisi.”Menyatakan sasaran
“Perusahaan akan menurunkan emisi.”Terdengar sebagai komitmen yang lebih pasti

Kalimat kedua terdengar lebih pasti.

Dalam laporan perusahaan, perbedaan seperti ini penting.

Mutu dua bahasa bukan hanya soal tata bahasa

Section titled “Mutu dua bahasa bukan hanya soal tata bahasa”

Ketika sebuah laporan mempunyai dua bahasa, pemeriksaannya perlu menjawab:

  • apakah faktanya sama;
  • apakah angkanya sama;
  • apakah periodenya sama;
  • apakah batas cakupannya sama;
  • apakah tingkat kepastiannya sama;
  • apakah syarat atau pengecualiannya masih ada;
  • apakah pihak yang disebut tetap sama.

Dua versi tidak harus memakai struktur kalimat yang sama. Yang perlu dijaga adalah maknanya.

Istilah seperti nama komite, jabatan, produk, metrik, atau kebijakan dapat muncul berkali-kali.

Jika diterjemahkan berbeda-beda, pembaca dapat mengira istilah tersebut merujuk pada hal yang berbeda.

Karena itu, daftar istilah sederhana sangat membantu. Setidaknya catat istilah sumber, padanan yang disetujui, konteks pemakaian, dan pengecualian jika ada.

Kesalahan dua bahasa tidak hanya muncul pada kata.

Periksa juga:

  • angka;
  • persentase;
  • satuan;
  • mata uang;
  • tahun;
  • judul tabel;
  • catatan kaki;
  • label grafik.

Satu angka yang benar di bahasa Indonesia dan salah di bahasa Inggris tetap merupakan kesalahan laporan.

Masalah yang sering terjadi adalah naskah bahasa Indonesia diperbarui setelah terjemahan dibuat, lalu perubahan terbaru tidak ikut masuk ke bahasa Inggris.

Kedua versi bisa tetap terlihat rapi.

Masalahnya adalah salah satunya sudah ketinggalan.

Karena itu setiap perubahan pada naskah sumber perlu dapat ditelusuri ke bagian terjemahan yang terdampak.

Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan perlu berbagi istilah

Section titled “Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan perlu berbagi istilah”

Jika dua laporan memakai istilah yang sama, sebaiknya ada satu dasar istilah yang dipakai bersama.

Tanpa itu, Laporan Tahunan dapat menerjemahkan nama fungsi dengan satu cara dan Laporan Keberlanjutan memakai cara lain.

Perbedaannya mungkin kecil, tetapi lama-lama organisasi kehilangan konsistensi bahasa.

Kecerdasan buatan dapat membantu, tetapi tetap perlu pemeriksaan manusia

Section titled “Kecerdasan buatan dapat membantu, tetapi tetap perlu pemeriksaan manusia”

Alat kecerdasan buatan dapat membantu membuat draf terjemahan, membandingkan dua versi, atau menemukan istilah yang berbeda.

Namun alat tersebut tidak menjadi bukti bahwa terjemahannya benar.

Untuk klaim penting, angka, tata kelola, komitmen, dan istilah teknis, manusia tetap perlu membandingkan hasil dengan sumber yang berwenang.

Kecerdasan Buatan Boleh Membantu Pelaporan, tetapi Keluarannya Bukan Bukti membahas batas ini.

Pemeriksaan akhir dilakukan setelah tata letak

Section titled “Pemeriksaan akhir dilakukan setelah tata letak”

Kesalahan baru dapat muncul setelah naskah masuk desain:

  • satu paragraf hilang;
  • satu bahasa diperbarui, bahasa lain tidak;
  • tabel lama masih dipakai;
  • catatan kaki berbeda.

Karena itu, pemeriksaan dua bahasa tidak berhenti pada berkas naskah.

Tujuan akhirnya sederhana:

dua bahasa harus menunjuk pada kenyataan yang sama, dengan angka, batas, dan tingkat kepastian yang setara.