Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat menghasilkan paragraf yang terdengar meyakinkan dalam hitungan detik.
Masalahnya, kalimat yang terdengar masuk akal belum tentu berasal dari data atau dokumen yang benar.
Karena itu ada satu batas yang harus sangat jelas:
keluaran AI bukan bukti.
Mulai dari tugas, bukan dari pertanyaan “pakai AI atau tidak”
Section titled “Mulai dari tugas, bukan dari pertanyaan “pakai AI atau tidak””Risiko penggunaan AI berbeda menurut tugasnya.
Tingkat kehati-hatian sebaiknya mengikuti jenis tugas:
| Tugas | Tingkat kehati-hatian |
|---|---|
| Merapikan format, membuat draf awal, membandingkan dua versi, mengelompokkan komentar | Relatif lebih rendah, tetapi hasil tetap perlu ditinjau |
| Mencari kemungkinan ketidakkonsistenan | Perlu pemeriksaan manusia untuk memastikan temuannya benar |
| Membuat klaim faktual atau menjelaskan perubahan angka | Tinggi, karena hasil harus kembali ke sumber |
| Menafsirkan regulasi atau menulis komitmen organisasi | Sangat tinggi, karena dapat memengaruhi makna dan tanggung jawab |
| Menentukan apakah pengungkapan sudah lengkap | Sangat tinggi, karena menyentuh keputusan dan kriteria pelaporan |
Semakin dekat tugasnya dengan fakta penting atau keputusan, semakin kuat pemeriksaan manusianya perlu dilakukan.
Selalu kembali ke sumber
Section titled “Selalu kembali ke sumber”Jika AI membantu menulis, berikan sumber yang jelas.
Lebih aman:
“Berdasarkan data dan catatan wawancara ini, buat draf tanpa menambah fakta baru.”
daripada:
“Buat penjelasan kinerja perusahaan.”
Walaupun sumber sudah diberikan, hasilnya tetap perlu diperiksa.
AI dapat salah membaca, menghilangkan syarat, membuat kalimat lebih pasti daripada sumber, atau memakai angka yang salah.
Hasil AI perlu mempunyai status
Section titled “Hasil AI perlu mempunyai status”Jangan campur draf bantuan AI dengan isi yang sudah diperiksa dan disetujui.
Gunakan penanda sederhana seperti “draf bantuan AI”, “ditelaah manusia”, “sumber diperiksa”, dan “disetujui”. Dengan cara ini, orang tidak menganggap semua kalimat di folder proyek mempunyai tingkat kepercayaan yang sama.
“Ada manusia yang memeriksa” belum cukup
Section titled ““Ada manusia yang memeriksa” belum cukup”Pemeriksa manusia perlu:
- memahami konteks;
- mempunyai akses ke sumber;
- mempunyai waktu;
- mengetahui apa yang harus diperiksa.
Jika seseorang hanya mengeklik “setuju” tanpa membandingkan dengan sumber, kehadiran manusia tidak banyak membantu.
Kerahasiaan perlu diperiksa sebelum memakai alat
Section titled “Kerahasiaan perlu diperiksa sebelum memakai alat”Pelaporan memproses informasi sebelum semuanya menjadi publik.
Sebelum memasukkan data ke alat AI, organisasi perlu memahami:
- jenis data;
- siapa penyedia alatnya;
- bagaimana data disimpan;
- siapa yang dapat mengakses;
- apakah penggunaan tersebut diizinkan;
- apakah ada data pribadi atau informasi penting yang belum publik.
Aturan ini dapat berbeda menurut alat dan cara penerapannya.
AI dapat membantu mencari bukti, tetapi tidak menetapkan bukti
Section titled “AI dapat membantu mencari bukti, tetapi tidak menetapkan bukti”AI dapat menemukan berkas yang mungkin relevan.
Namun hubungan akhir antara klaim dan bukti tetap harus diperiksa.
Ruang Bukti Pelaporan: Menghubungkan Klaim, Data, dan Sumber membahas bagaimana hubungan itu disimpan.
AI juga dapat membantu pemeriksaan
Section titled “AI juga dapat membantu pemeriksaan”AI dapat membantu menemukan:
- angka yang berbeda;
- istilah yang tidak konsisten;
- paragraf yang berubah;
- kemungkinan rujukan yang salah.
Namun temuan dari AI juga masih perlu dinilai manusia.
Apakah benar masalah? Seberapa penting? Siapa yang perlu memperbaiki?
AI tidak memberi persetujuan
Section titled “AI tidak memberi persetujuan”AI tidak mempunyai kewenangan organisasi.
Ia dapat memberi saran, tetapi persetujuan tetap merupakan keputusan manusia sesuai tata kelola perusahaan.
Prinsip akhirnya sederhana:
AI membantu→ manusia memeriksa→ pihak berwenang menyetujui→ organisasi tetap bertanggung jawabKecepatan berguna hanya jika hubungan antara klaim, sumber, pemeriksaan, dan tanggung jawab tidak putus.