Lewati ke kontenSkip to content

Setelah Laporan Terbit: Kenapa Tahun Depan Jangan Mulai dari Nol

Ubah pengalaman satu siklus pelaporan menjadi pengetahuan organisasi yang dapat digunakan kembali dengan aman.

OlehPakRPPTerbit

Laporan sudah terbit. Beberapa bulan kemudian, tim baru bertanya:

“Angka ini dulu dari berkas mana, siapa yang menyetujuinya, dan kenapa kalimat ini ditulis seperti ini?”

Kalau jawabannya tersebar di percakapan, folder pribadi, dan ingatan orang yang mungkin sudah pindah, organisasi sebenarnya memulai lagi dari nol.

Arsip dan pengetahuan organisasi menjawab pertanyaan yang berbeda:

ArsipPengetahuan organisasi
Berkas apa yang pernah ada?Apa yang dipelajari dan diputuskan?
Versi apa yang pernah disimpan?Versi mana yang dipakai dan mengapa?
Di mana dokumennya?Apa yang perlu diperiksa kembali tahun berikutnya?

Keduanya penting. Namun menyimpan berkas saja belum cukup untuk membantu siklus tahun berikutnya.

Laporan tahun lalu berguna sebagai acuan.

Tetapi penggunaan kembali bukan:

salin laporan lama
→ ganti angka

Cara itu dapat membawa:

  • jabatan yang sudah berubah;
  • kebijakan lama;
  • ketentuan lama;
  • definisi metrik lama;
  • kalimat yang sudah tidak benar;
  • kesalahan yang ikut diwariskan.

Yang sebaiknya digunakan kembali adalah struktur dan jejak pengetahuannya, bukan anggapan bahwa fakta lama masih berlaku.

Setelah laporan terbit, simpan setidaknya:

  • peta penanggung jawab informasi;
  • matriks pengungkapan;
  • daftar istilah;
  • hubungan antara klaim dan bukti;
  • catatan keputusan;
  • masalah penting yang pernah muncul;
  • versi sumber yang dipakai;
  • pelajaran dari proses;
  • hal yang masih perlu diperbaiki tahun berikutnya.

Ruang Bukti Pelaporan: Menghubungkan Klaim, Data, dan Sumber membantu menjaga jejak sumber dan bukti.

Simpan versi yang benar-benar dipakai saat penerbitan

Section titled “Simpan versi yang benar-benar dipakai saat penerbitan”

Sistem sumber akan terus berubah.

Jika laporan terbit memakai data per 31 Desember, jangan hanya menyimpan tautan ke dasbor yang terus diperbarui tanpa catatan versi.

Organisasi perlu dapat menjawab:

dasar informasi yang dipakai saat laporan diterbitkan itu apa?

Ini penting untuk angka, kebijakan, keputusan, dan sumber lain yang dapat berubah.

Ketentuan dapat diperbarui.

Untuk siklus lama, perusahaan perlu tahu sumber apa yang digunakan pada saat itu.

Untuk siklus baru, sumber tersebut perlu diperiksa lagi.

Dengan begitu, pengetahuan lama membantu sebagai acuan tanpa dianggap otomatis masih berlaku.

Hindari kesimpulan seperti:

“koordinasi perlu ditingkatkan.”

Terlalu umum.

Lebih berguna:

“Data tenaga kerja diminta dua kali oleh dua tim. Tahun depan gunakan satu permintaan bersama.”

atau:

“Perubahan angka audit terlambat masuk ke grafik. Tahun depan buat daftar semua bagian yang memakai angka audit.”

Pelajaran yang konkret dapat berubah menjadi perbaikan proses.

Tidak semua informasi layak dipakai selamanya.

Kontak orang, struktur organisasi, regulasi, harga, kebijakan, dan cara memakai teknologi perlu diperiksa lagi.

Karena itu, pengetahuan yang disimpan perlu mempunyai tanggal penelaahan jika mudah berubah.

Siklus baru seharusnya dimulai dari dasar yang lebih baik

Section titled “Siklus baru seharusnya dimulai dari dasar yang lebih baik”

Jika organisasi menyimpan jejak keputusan, bukti, tanggung jawab, dan pelajaran, orang baru tidak harus membaca ribuan pesan untuk memahami pekerjaan tahun lalu.

Mereka dapat mulai dengan pertanyaan yang lebih baik:

  • apa yang masih berlaku;
  • apa yang berubah;
  • apa yang perlu diminta lagi;
  • masalah apa yang jangan diulang.

Laporan memang diterbitkan setiap tahun.

Organisasinya tidak seharusnya lupa setiap tahun.